sudden deafness

Janaurri 2017
aku ingin sekali menambah ilmu ayah,,ujarku pada suamiku suami pun mengiyakan 
dan mengijinkan ku untuk ikut seminar.
namun itu awal dr sebuah perubahan besar dr hidupku, aku merasakan gemuruh dr telinga kiri ku dan tidak bisa digukan lagi .berawal dr suara speker diacara seminar itu yang mendenging.aku pun mulai merasakan ketidak nyamanan dr telinga ku,,,seperti aku mendengar suara itu sangat jauh..lalu tiba2 diam dan aku sangat pusing,,aku fikir itu karna kemasukan air sehabis sholat,,lalu kucob memasukan air tak ada satupun perubahan,,hingga akhirnya ku tertidur
saat terbangun aku mendengar sepii sedangkan nyata2 saat itu orang lagi azan aku lihat didepan..aku tak mendengar apapun disebalh kiri dan sebelah kanan masih mendengar
lalu tiba2 aku oyong,vertigo,dan tidak bisa menegakkan kepala.semua terasa berputar dan muntah2..saya tidak bisa menggambarkan keadaan dan apa yang saya rasa saat iitu
hingga untuk pulang pun aku tidak bisa,,sampai dirumah saya tidak bisa tidur dan perasaan saat itu saya berputar2 baik kondisi berdiri,duduk dan tidur.saya tidak mendengar apapun dan rasanya telinga saya sakit sekali,karna hari itu hari sabtu saya hanya dirumha dan kondisi keuangan lagi sussah kami pun membiarkan sampai seminggu .Oh iya kenapa saat itu kami putuskan pakai umum dan menunggu seminggu.karna saat itu saat kami pergi kepuskesmas untuk meminta rujukan,si petugas menolak meberikan rujukan karna alasan telinga saya baik2 saja ,sedangkan saat itu kondisi saya sedang vertigo ( saya harap semua petugas medis harus diberikan informasi mengenai penyakit ini)
lalu saya prgi kerumah sakit untuk berobat sampai disana saya tidak sadar diri ,dirumah sakit saya diminta rujukan,suami bilang kalo saya sudh seminggu muntah dan lemas, pihak rumah sakit menolak karna tidak ada rujukan dan menyurh pulang,pdahal saat itu dokter poli menyarankan wajib rawat,,saya tidak mengerti apa yang terjadi..kenapa begitu peliknya rumah sakit ini
hingga saya berganti2 dokter THT tidak ada yang menyarankan terapi atau memastika saya sakit apa.suatu hari saya pergi kesebuah rumah sakit pendidkan,disana ada dokter THT (dokter residence)langsung menyarankan saya untuk pergi kedokter spesialis THT yang tau betul tentang sudden deafness ini..sayang pengobatan sudden deafness ini sangat mahal .dokter yang ahli ini di kota medan adalah dokter yang meraat saya.namanya dokter devira .beliau dokter yang baik dan ramah.sayang saya sudah terlambat berjumpa dengan dia saat itu saya masuk bulan ketiga baru mendapat pengobatan.oh iya dokter devira berpraktek di Murni teguh dan colombia.
saya mendapat suntukan tympani itu sebanyak 3 kali dan jangan ditanya bagaimana sakit dan apa yang saya rasakan,setiap habis suntik saya muntah2 dan dan vertigo.lalu saya di suruh terapi HBOT di rumah sakit bina kasih.skali terapi saat itu bulan 1januari 2017 adalah 500.000
terapi dilakukan 10 kali lalu disambung 10 kali lagi .
sekali lagi saya terbentur biaya,hingga akhirnya saya tidak melakukan terapi lagi .
dan sampaisekarang saya masih tuli dan agak sulit untuk mendengar,,dan sering juga mengalami vertigo
saran saya ,,kalo teman2 serasa mengalami ketulian mendadak sabaiknyas segera kunjungi dokter THT yang benar2 mengerti tentang sudden deafness..saran saaya kalo dimedan Dokter devira di RS COLOMBIA beliau berpraktek .
apa itu syudden deafness diambil dan di copy dr http://asysyfa.blogspot.co.id/2010/11/tuli-mendadak-sudden-deafnes.html

Tuli Mendadak (Sudden Deafnes)


Tuli mendadak (sudden deafness) ialah tuli yang terjadi secara tiba-tiba, bersifat sensorineural dan penyebabnya tidak dapat langsung diketahui. Beberapa ahli mendefinisikan tuli mendadak sebagai penurunan pendengaran sensorineural 30 dB atau lebih paling sedikit pada tiga frekuensi berturut-turut yang berlangsung dalam waktu kurang dari 3 hari. Tuli mendadak bukanlah suatu penyakit tetapi merupakan gejala dari banyak penyakit. Suckfull dkk mendefinisikan tuli mendadak sebagai berikut: tuli sensorineural yang berlangsung mendadak lebih dari 15 dB pada tiga frekuensi atau lebih dibandingkan dengan telinga yang sehat atau pemeriksaan audiometri sebelumnya, disertai dengan atau tanpa gejala tinitus dan vertigo.1

Etiologi :1,2,3
- Idiopatik
- Virus, terjadi pada 60% kasus, termasuk atrofi organ corti dan merupakan manifestasi paling banyak dari patologi virus.
- Bakterial, seperti Cryptococcus
- Neoplasma, contoh myeloma (biasanya bilateral), neuroma akustik
- Multipel sklerosis
- Penyakit pembuluh darah, contoh vertebrobasilar insufisiensi, sickle cell, kardiopulmonar bypass
- Oklusi vascular dan rupture membrane telinga dalam
- Autoimun
- Penyakit Meniere
- Gagal ginjal dan hemodialisis
- Vasospasme, emboli
- Kongenital
- Psikogenik sudden deafness

Gejala Klinis
Penderita mengeluh pendengarannya tiba-tiba berkurang pada satu atau kedua telinga yang sebelumnya dianggap normal. Biasanya keadaan ini disadari penderita ketika bangun tidur pagi hari ataupun setelah bekerja. Umumnya penderita dapat mengatakan dengan pasti saat mulai timbulnya ketulian. Ketulian dapat mengenai semua frekuensi pendengaran, tetapi yang sering pada frekuensi tinggi. Tuli mendadak biasanya disertai dengan tinitus (91,0%), vertigo (42,9 %), rasa penuh pada telinga yang sakit (40,7%), otalgia (6,3%), parestesia (3,5%), tuli saraf sebelumnya(9,2%), tinitus sebelumnya (4,2% dan gangguan vestibuler sebelumnya(5,0%)1,2.

Diagnosis
Diagnosis tuli mendadak ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan THT, audiologi, laboratorium serta pemeriksaan penunjang lain. Anamnesis yang teliti mengenai proses terjadinya ketulian, gejala yang menyertai serta faktor predisposisi penting untuk mengarahkan diagnosis. Pemeriksaan fisik termasuk tekanan darah sangat diperlukan. Pada pemeriksaan otoskopi tidak dijumpai kelainan pada telinga yang sakit1.
Pada pemeriksaan audiologi didapatkan1,2:
1. Tes penala : Rinne positif, Weber lateralisasi ke telinga yang sehat, Schwabach memendek. Kesan: tuli sensorineural.
2. Audiometri nada murni: tuli sensorineural derajat ringan sampai sangat berat.
3. BERA (pada anak-anak atau pada pasien yang tidak kooperatif) : tuli saraf ringan sampai berat.
4. Tes SISI (short increment sensitivity index) skor 70-100%. Kesan : dapat ditemukan rekruitmen.
5. Tes Tone Decay : tidak ada kelelahan. Kesan : bukan tuli retrokoklea.
6. Audiometri tutur: speech discrimination score (SDS) kurang dari 100%. Kesan : tuli sensorineural
7. Audiometri impedans: timpanogram tipe A (normal), refleks stapedius ipsilateral. Negatif atau positif, sedangkan kontralateral positif. Kesan : tuli sensorineural koklea.
8. ENG : untuk pusing dan vertigo
9. CT scan untuk kasus tertentu

Penatalaksanaan1,2,3
- Kortikosteroid, khususnya pada kasus yang tidak diketahui penyebabnya (idiopatik), diberikan prednison oral 1mg/kgBB/hr selama 1 bulan dengan penurunan dosis secara bertahap sesuai respon pasien.
- Anti virus asiklovir diberikan pada tuli mendadak yang diketahui penyebabnya adalah virus.
- Diuretik
- Vasodilator
- Histamin
- Inhalasi karbogen
- Terapi mendengar, dengan bantuan hearing aid, latihan auditori
- Dan lain-lain

Prognosis
Pada umumnya makin cepat diberikan pengobatan makin besar kemungkinan untuk sembuh, bila lebih dari 2 minggu kemungkinan untuk sembuh menjadi lebih kecil. Penyembuhan dapat sebagian atau lengkap tapi dapat juga tidak sembuh, hal ini disebabkan faktor konstitusi pasien seperti pasien yang pernah mendapatkan obat ototoksik dalam jangka lama, penderita diabetes mellitus, pasien dengan viskositas darah tinggi, dan sebagainya walaupun pengobatan diberikan pada stadium dini4.

DAFTAR PUSTAKA

1. Tuli mendadak. Dikutip dari : www.ilmukedokteran.net
2. Danesh AA, Andreassen WD. Sudden hearing loss : audiological diagnosis and management. Colorado : American Academy of Audiology Convention Denver; 2007.
3. Sudden sensorineural hearing loss. Dikutip dari : www.deafnessresearch.org.uk
4. Soetirto I, Bashiruddin J. Tuli mendadak. Dalam : Soepardi EA, Iskandar N, penyunting. Buku ajar ilmu kesehatan telinga hidung tenggorok kepala leher. Edisi kelima. Jakarta : Balai Penerbit FKUI; 2003. h. 35-36

Komentar

Postingan Populer