Sakura untuk audelia
audelia, orang yang pacaran betahun-tahun saja masih memiliki keraguan untuk menikah, apalagi kita yang baru kenal,,,,,,,,,,, “.
Sms
yang selalu ku simpan, dan bahkan sampai sekarang masih sering kubaca, dan
entah kapan aku bisa menghapus kenangan itu. Air mata ini terus jatuh, dan tak
pernah berhenti, aku benar-benar merasakan jatuh dan remuk.
Namaku audelia, dalam perjalanan hidupku aku adalah orang yang pantang menyerah, dan
tak kenal lelah, aku selalu optimis memandang apapun dan selalu ingin mencoba,
satu hal yang tak pernah ku alami dalam hidupku adalah jatuh cinta, aku sering
mengejek setiap sahabatku menangis disaat dia putus cinta, bagiku cinta itu
cengeng dan hanya semu.
Hingga
pernah suatu hari sahabatku pernah berkata “suatu saat audelia, kamu akan
merasakan sebuah perasaan jatuh cinta, dan disanalah kamu juga akan merasakan kepedihan, kepedihan
yang sangat besar dalam hidupmu, dan aku yakin kamu akan sulit untuk menjalaninya”.
Ingatanku
kembali dengan seseorang, Raditya Anugerah Kencana nama seseorang yang telah
mencuri hatiku. Awal Pertemuan yang tak disengaja di suatu reunian, di
lanjutkan Pertemuan di social media, ini yang semakin mendekatkan kami, kami
sering berkirim pesan, bertukar fikiran dan sebagainya.
hingga
timbulah benih-benih cinta antara kami yang berakhir dengan kedatangannya kerumah, dan bertemu dengan
kedua orang tuaku, dan dilanjutkan dengan perkenalan antar kedua orang tua.
Perkenalan
yang singkat kami pun dilanjutkan dengan hubungan via telfon, karna dia
dijakarta sedangkan aku di padang, membuat kami jarang untuk bertemu. Saling
bertukar kabar atau bercerita tentang aktivitas kami sehari-hari, itulah yang
kami lakukan selama pendekatan.
“Aku
punya impian Radit”, kelak kalau ada rejeki aku ingin pergi ke jepang, dan berkeliling negeri itu.
Berfoto-foto diantara sakura, atau nanti kelak kamu yang diberi kesempatan itu
bawakan aku sakura yah,,dan dimana pun kamu
berada jangan lupa abadikan dengan foto, sebuah permintaan yang aneh dan
kesannya norak ya”,,ujar ku padanya. Radit hanya tersenyum dan berkata “jika
kesempatan itu ada , insya allah akan aku lakukan“.
namun semua berakhir ,sebuah rencana yang telah disusun hancur begitu saja,mungkin karena keegoan aku, atau dia, aku sendiri tidak tau,
siapa yang salah atau jalan apa yang terbaik yang harus kami lakukan kami pun tak tahu .
Hingga
pertengkaran hebat diantara kami yang menyebabkan kami harus terpisah, disaat
ku kembali menata hati dan dia kembali
menghubungiku dan meminta ku kembali
untuk bisa pindah bersamanya, sesungguhnya jauh dari lubuk hatiku aku
ingin sekali pindah bersamanya, namun ikatan kontrak yang cukup mengekangku
dengan peraturan-peraturan baru yang membuat aku sendiri putus asa, di tambah
masalah dikantor yang semakin tidak karuan ,,bahkan disaat yang bersamaan
diagnose dokter yang mengatakan bahwa aku didiagnosa kanker otak membuatku
cukup stress, semua tak pernah ku katakan padanya. Sehingga akhirnya akupun memutuskan
tak bisa ikut dengannya, dan jika dia mau menunggu aku ingin dia menunggu ku
sampai 2 tahun, sampai masa kontrakku habis, dan aku bisa menilai kesehatanku
lebih dalam lagi, sekaligus ingin menilai kesungguhannya padaku. Namun jawabanya
membuatku kecewa, dia tidak akan menunggu selama itu,, ku coba mengirim pesan
kembali ke facebooknya dengan segala pertanyaan, namun dia tak membalas , aku
benar-benar bingung dibuatnya, ternyata benar hubungan jarak jauh itu, kendala terbesar
adalah diskomunikasi.
Aku
sangat terpukul, dan aku tau dia juga sangat terpukul,,,masalah-masalah yang
bertubi-tubi membuatku sangat depresi, hingga di setiap update status yang ada
hanya keluhan-keluhan dan sebagainya, ini pertama kalinya aku mengenal cinta,
dan aku harus merasakan remuknya
disaat harus berpisah, cinta itu
memang rumit, cinta itu memang menyakitkan.
Beberapa
bulan setelah kejadian itu, ternyata diagnose dokter itu benar, kanker otak
yang menghampiriku membuatku semakin tidak ingin hidup. Depresi itulah yang aku
alami, sehingga hidup pun aku sudah tidak bersemangat lagi, badanku pun semakin
kurus dan tak ada gairah. Kenapa harus aku, pertanyaan itu yang selalu
menghantui ku, kenapa tidak orang lain. Cobaan yang bertubi-tubi itu pun aku
alami, pekerjaan hilang, penyakit datang dan cinta pun hilang. Aku tak tau lagi
yang harus kulakukan. Sebuah keputusasaan yang aku alami memperburuk keadaanku,
hingga akhirnya ku pasrah pada takdir yang diberikan oleh NYA.
2
tahun kemudian
“Assalamualaikum
mama, audelia nya ada”?Tanya seorang dari luar. “Wa’alaikumsallam eh Radit
silahkan masuk ada apa yah?kok tumben mampir ke sini, sudah lama tak ada kabar”..ujar
Mama audelia
“Iya
mama, maaf selama ini Radit tak pernah beri kabar, Radit dapat beasiswa ke
jepang dan Radit baru saja menyelesaikan program S2 disana, sepulang dari sana Radit
teringat audelia, bagaimana kabarnya? dulu Radit lihat di statusnya dia lagi
sakit, tapi Radit tak begitu peduli, soalnya Radit konsentrasi ingin dapatkan
S2 itu, di jepang Radit tidak pernah lagi melihat audelia update status di
facebook,. Boleh Radit bertemu dengannya”? Tanya
Radit.
Tiba-tiba
mata mama audelia memerah, dan sebuah tetesan air mata jatuh di pipinya itu,
“ikuti mama Radit,” kata beliau
“Kita kemana mama”? tanya Radit , “ikuti saja
langkah kaki mama, nanti Radit akan tau sendiri”.
Dalam
diam Radit ikuti langkah kaki mama audelia, beribu pertanyaan muncul dibenaknya,
dimana audelia?apakah dia sudah menikah?. Dan tiba-tiba langkah kaki mama audelia
berhenti di sebuah gundukan tanah yang diatasnya terletak begitu banyak
bunga-bunga yang sudah mulai mengering, “Disinilah rumah audelia. Dia bertahan hidup, dan berharap agar ada sedikit
harapan dari nak Radit, dia menanti-nanti telfon dari nak Radit, namun yang
terjadi tak ada kabar? Akhirnya dia bisa menerima kenyataan, bahwa kamu dan dia
benar-benar telah berpisah, namun kanker otak membuatnya kembali jatuh dan
depresi. Hingga dia meninggal dunia setahun yang lalu. Mama kira dia
benar-benar telah menghapus namamu dari hatinya, namun ternyata tidak, dia
sangat mencintaimu Radit, namun dia tak pernah bisa lagi mengatakan padamu, Andai
kamu tau Radit, bahwa audelia menyukaimu tulus dari dalam hatinya. Dia tak
memandang harta atau kedudukanmu, fotomu masih tersimpan indah di dalam diarinya”,
jelas mama aUDELIA, dan kembali tangis mama adel pecah.
Siang
itu terasa gelap, tangan Radit bergetar, seakan dunia ini akan runtuh, “adel
ini ku bawakan sakura untukmu, sesuai dengan permintaanmu dulu, maafkan aku,
maafkaan aku , tetesan airmata jatuh di pipi Radit. setelah
kamu batalkan rencana pernikahan dan hubungan kita, ku putuskan menerima beasiswa itu, dan pergi
ke jepang, dan aku berharap kelak saat kembali aku akan melamarmu dan segera
menikahimu adel. Namun sekarang engkau telah pergi. ra, maafkan aku yang
tak mengerti maksud dari status-status di facebookmu, Ternyata semua itu
untukku”. Tangis Radit dalam hati.
Radit
berjalan dengan gontai semilir angin sore itu membuatnya semakin tak berdaya
untuk melangkah, Radit benar-benar tak menyangka semua kenyataan yang telah
terjadi.
“Radit
tunggu” !!, panggil mama adel. “Mama menemukan ini di diari adel, dan
sepertinya dia ingin memberikannya padamu”. Segera Radit buka, dan ternyata
isinya sebuah surat
Untukmu
Radit,
Mungkin
bagimu aku adalah pribadi yang bodoh, atau tidak konsisten. Jujur saja aku bukanlah
seperti itu sebelumnya. Aku menjadi seperti ini semua karna kejadian-kejadian
yang telah ku alami, membuat emosiku menjadi tidak stabil.
Aku
adalah orang yang tak pernah mengenal cinta dalam hidupku, namun kau datang
padaku mengenalkan akan arti cinta itu .
Maaf
kan aku yang tak bisa menemanimu di seberang sana, aku tau kamu sangat ingin
bersamaku, namun kenyataan lah yang tak bisa bersabar. Andai saja engkau mau
menunggu walau hanya sebentar saja aku akan bahagia ,sangat bahagia.
Namun
yang terjadi, sudah terjadi, anggap saja ini hanya sebuah cerita dalam hidup
yang telah kita alami. Penantian panjang ku mungkin akan berakhir, dan mungkin
setelah membaca surat ini pun engkau tidak akan pernah melihatku lagi. Selamat tinggal
Radit, maafkan aku telah mengecewakanmu, dan pernah mencintaimu.
Salam
hangat
audelia
Sore
itu serasa lama dan panjang, radit tak
ingin menjalani, rasanya waktu ingin di putar kembali, andai ada mesin waktu.
Ingin rasanya Radit membuka kembali kenangan itu, dan memperbaiki semua, namun
semua telah terlambat .
audelia telah pergi, membawa sebuah impiannya yang tak bisa dia dapatkan kembali, semua
mimpinya telah tenggelam bersamanya.
Radit
berjalan semakin menjauh, dengan hati galau, wanita yang dia cintai telah pergi
dan tak akan pernah kembali, andai saja waktu itu dia menjawab semua pertanyaan audelia, andai saja ,,,ah radit menarik nafas panjang lagi.
Sore
itu di samping kuburan audelia, Nampak sesosok wanita tersenyum membelai sakura
yang terletak di atas kuburannya, dia tersenyum manis dan melihat kearah radit yang
berjalan gontai,
Seiring
dengan dinginnya angin sore itu, perlahan-lahan wanita itu menghilang,
menghilang bersama tenggelamnya matahari………
Komentar