untuk mu
dear ,
terimakasih atas keyakinanmu ,kepercayaanmu,serta harapanmu bagiku ,,,,,,,,
terimakasih akan sebuah keyakinan mu terhadapku
dan terimakasih atas sebuah cintamu padaku
aku sangat tersanjung,,,,
tapi dengarkanlah sebuah kegelisahan hatiku,,,,,,,,,ku sangat ingin kau mengerti ,,,mungkin sama dengan mu yang ingin aku mengerti
aku sudah terlanjur diberi amanah untuk berbakti dulu dimasyarakat ,,,,,,jikalau engkau mau bersabar ,,,,jika suatu saat kita sampai kesebuah pernikahan,,,,,namun kita harus jarang bertemu karena jarak memisahkan kita ,,,ini hanya sampai pengabdianku yang ku lalui untuk masyarakat ini berakhir,,,,mampukah engkau ?
kegelisahan yang aku alami adalah ku ingin mendampingimu berada disisimu,,, jika suatu saat kelak memang engkau adalah seorang imam yang dipilih oleh ALLAH SWT untuk ku ,,,seseorang yang akan membimbingku dan belajar bersama ku akan arti kehidupan dan,,,yang haus akan ilmu ,,dan marilah kita belajar bersama ,,,merenda akan sebuah rumah tangga yang berjalan sesuai tuntuan ALLAH SWT dan rasulullah .....melahirkan anak2 calon pemimpin masa depan ,,,,,,dan mendidik mereka secara bersama2.....
kita sama 2 pelayan masyarakat dengan profesi yang berbeda,,,,,pertanyaanku ...mampukah engkau mendampingiku dan bersabar mendampingiku diasaat aku dibutuhkan oleh masyarakat ........serta kita berganti peran disaat aku tak ada dirumah untuk melaksanakan tanggung jawabku .............
relakah engkau jika aku harus keluar malam....membantu para wanita2 istimewa melahirkan calon2 mujahid mereka selanjutnya ...
anganku terlalu tinggikah ,,,,,,,
untukmu calon imamku,,,yang memberikan kepercayaan penuh padaku
terkadang aku mengis disaat aku frustasi akan kehidupanku,,,,
sabarkah engkau menghadapi di setiap ke kalutanku,,,,,,
namun aku pasrahkan semua kembali padaNYa....kelak jika kita ditakdirkan maka Tuhan akan memudahkan langkah aku dan kamu kembali ...........................
terimakasih atas keyakinanmu ,kepercayaanmu,serta harapanmu bagiku ,,,,,,,,
terimakasih akan sebuah keyakinan mu terhadapku
dan terimakasih atas sebuah cintamu padaku
aku sangat tersanjung,,,,
tapi dengarkanlah sebuah kegelisahan hatiku,,,,,,,,,ku sangat ingin kau mengerti ,,,mungkin sama dengan mu yang ingin aku mengerti
aku sudah terlanjur diberi amanah untuk berbakti dulu dimasyarakat ,,,,,,jikalau engkau mau bersabar ,,,,jika suatu saat kita sampai kesebuah pernikahan,,,,,namun kita harus jarang bertemu karena jarak memisahkan kita ,,,ini hanya sampai pengabdianku yang ku lalui untuk masyarakat ini berakhir,,,,mampukah engkau ?
kegelisahan yang aku alami adalah ku ingin mendampingimu berada disisimu,,, jika suatu saat kelak memang engkau adalah seorang imam yang dipilih oleh ALLAH SWT untuk ku ,,,seseorang yang akan membimbingku dan belajar bersama ku akan arti kehidupan dan,,,yang haus akan ilmu ,,dan marilah kita belajar bersama ,,,merenda akan sebuah rumah tangga yang berjalan sesuai tuntuan ALLAH SWT dan rasulullah .....melahirkan anak2 calon pemimpin masa depan ,,,,,,dan mendidik mereka secara bersama2.....
kita sama 2 pelayan masyarakat dengan profesi yang berbeda,,,,,pertanyaanku ...mampukah engkau mendampingiku dan bersabar mendampingiku diasaat aku dibutuhkan oleh masyarakat ........serta kita berganti peran disaat aku tak ada dirumah untuk melaksanakan tanggung jawabku .............
relakah engkau jika aku harus keluar malam....membantu para wanita2 istimewa melahirkan calon2 mujahid mereka selanjutnya ...
anganku terlalu tinggikah ,,,,,,,
untukmu calon imamku,,,yang memberikan kepercayaan penuh padaku
terkadang aku mengis disaat aku frustasi akan kehidupanku,,,,
sabarkah engkau menghadapi di setiap ke kalutanku,,,,,,
namun aku pasrahkan semua kembali padaNYa....kelak jika kita ditakdirkan maka Tuhan akan memudahkan langkah aku dan kamu kembali ...........................
Komentar